JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemilihan kepala daerah serentak hari ini dilakukan di 270 daerah. <br /> <br />Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dilakukan di 9 provinsi, termasuk Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu. <br /> <br />Selain itu, 37 kota melakukan pemilihan wali kota dan wakil wali kota. <br /> <br />Pilkada serentak juga diselenggarakan di 224 kabupaten. <br /> <br />Pada 2021, para calon pemimpin kepala daerah akan menghadapi setumpuk pekerjaan rumah. <br /> <br />Penanganan Covid-19 tentu menjadi prioritas utama. <br /> <br />Namun, ada tugas memulihkan ekonomi yang harus dijalankan beriringan. <br /> <br />Di saat yang sama, para kepala daerah harus menghadapi kenyataan. <br /> <br />Modalnya semakin cekak. <br /> <br />Kita lihat dari realisasi APBD. <br /> <br />Hingga Oktober 2020, pendapatan asli daerah hanya 194,36 triliun rupiah. <br /> <br />Angka ini turun 14,58 persen , jika dibandingkan dengan Oktober 2019. <br /> <br />Kondisi ini disebabkan oleh penurunan pajak yang berkaitan dengan mobilitas dan konsumsi warga, seperti pajak hotel, pajak restoran, PKB, BBNKB, PBBKB dan BPHTB. <br /> <br />Eksekusi untuk belanja pun terkesan lebih lambat dari pemerintah pusat. <br /> <br />Untuk program-program dukungan ekonomi. <br /> <br />Hanya 14,3 persen yang terealisasi , dari alokasi anggaran sebesar 19,24 triliun rupiah. <br /> <br />Pemerintah daerah diminta bergerak lebih dan tidak bergantung pada program-program pemerintah pusat. <br /> <br />