Twitter mengunci sementara akun milik Presiden Petahana AS Donald Trump selama 12 jam pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat setelah Trump berkali-kali mengunggah tudingan palsu mengenai pemilihan umum. Selain mengunci, Twitter mengancam menutup akun @realDonaldTrump selamanya.<br /> <br /><br /> <br />“Pelanggaran peraturan Twitter di masa mendatang, termasuk kebijakan integritas sipil atau ancaman kekerasan, akan mengakibatkan penangguhan permanen atas akun @realDonaldTrump,” tegas @TwitterSafety.<br /> <br /><br /> <br />Hal ini disampaikan @TwitterSafety yang mengunci akun Presiden AS itu. Penangguhan ini berlaku setelah Trump menghapus cuitannya. Sepanjang Rabu, 6 Januari 2021, terus berkicau tentang kecurangan Pilpres AS 2020. Salah satu cuitannya adalah, ia mengklaim ada yang menemukan 50.000 surat suara pada Selasa malam waktu setempat. <br /> <br /><br /> <br />Bahkan, ia menyebut Pilpres AS lebih buruk dari pemilihan yang berlangsung di negara dunia ketiga. Cuitan itu pun langsung dilabel oleh Twitter karena dianggap tidak sesuai fakta. Selain itu, cuitan-cuitan Trump lainnya dinilai memanas-manasi pendemo di Gedung Capitol. APTN<br />Twitter Kunci Akun Donald Trump Selama 12 Jam
