20 ribu orang di kota Shijianzhuang, di provinsi Hebei, dipindahkan ke tempat lain untuk karantina, pada hari Senin. Orang-orang ini berasal dari selusin desa di distrik Gaocheng, provinsi Hebei. Itu adalah satu-satunya distrik di Tiongkok yang secara resmi diberi label sebagai memiliki risiko kemungkinan infeksi tertinggi.<br /><br />Banyak penduduk Shijiazhuang mengeluh secara online tentang kenaikan harga pangan, yang menurut mereka meningkat dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Tetapi otoritas mengklaim, bahwa harga stabil dan tidak berubah.<br /><br />Pemerintah kota Shijiazhuang telah melaporkan lusinan kasus virus baru setiap hari. Tapi warga lokal, Wang, yang bekerja di Departemen Pencegahan dan Pengendalian Epidemi kota, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa sebenarnya, lebih dari seratus kasus baru ditemukan setiap hari.<br /><br />Dia juga mengungkapkan bahwa situasi di salah satu kota tetangga Shijiazhuang, Kota Nangong, tetap serius. Dalam beberapa kasus, seluruh desa dipindahkan ke tempat lain untuk dikarantina.<br />Namun karena sensor ketat rezim Tiongkok bahkan orang dalam pun tidak dapat mengakses detailnya.<br /><br />Sekarang kita melihat informasi baru tentang dugaan penyembunyian virus di Tiongkok. Kekhawatiran meningkat bahwa Tiongkok berusaha menyembunyikan asal mula virus PKT, atau virus Partai Komunis Tiongkok. Salah satu lembaga sains top negara itu telah menghapus ratusan halaman informasi tentang studi yang diterbitkan oleh laboratorium Wuhan. Banyak penelitian itu yang meneliti penyakit, yang menyebar dari hewan ke manusia. Lab yang melakukan penelitian tersebut telah menjadi pusat kontroversi. Lab itu disebut institut virologi Wuhan.<br /><br />Perhatian beberapa pihak tertarik ke waktu penghapusan data yang dilakukan. Itu terjadi setelah Tiongkok mencoba memblokir para ahli Kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk memasuki negara itu.<br /><br />Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)”<br />New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global.<br />Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok)<br /><br />Donasi dukung kami: https://ntdindonesia.com/donasi/<br />Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/<br />Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/<br />Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia<br />Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan<br /><br />#covid #virus #corona #pandemi #wabah #epidemi #tiongkok #cina #china #pkt #partaikomunistiongkok #virustiongkok #viruscina #korona #viruspkt #viruskoronabaru #shijiazhuang #hebei #karantina
