JAKARTA, KOMPAS.TV - Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. <br /> <br />Sebagai kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit pun mendapat kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal, menjadi Jenderal. <br /> <br />Pelantikan Jenderal Listyo Sigit dipimpin langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada Rabu (27/01) pagi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. <br /> <br />Seusai pelantikan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung memberikan sambutan pertamanya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. <br /> <br />Sebagai Kapolri baru, banyak pihak yang menaruh harapan kepada Jenderal Sigit. <br /> <br />Terlebih lagi, makalah yang dipresentasikan oleh lulusan Akpol angkatan 1991 itu saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR diapresiasi semua fraksi. <br /> <br />Saat uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Listyo memaparkan sejumlah rencana dan program kerja jika ia menjabat sebagai Kapolri. <br /> <br />Ada sejumlah catatan dan respon pro kontra atas rencana program kerja Listyo sebagai Kapolri. <br /> <br />Diantaranya adalah memperluas pemberlakuan tilang elektronik atau etle, mengefektifkan kembali peran pasukan pengamanan masyarakat atau Pam Swakarasa, guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. <br /> <br />Kini sejumlah pekerjaan rumah pun menanti, terlebih lagi setelah pemaparan program kerjanya saat fit and proper test di Senayan. <br /> <br />Bagaimana gebrakan Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit? <br /> <br />Kita bahas bersama, Direktur Amnesti Internasional Indonesia, Usman Hamid. <br /> <br />Serta ada anggota Komisi III DPR yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid. <br /> <br />