JAKARTA, KOMPAS.TV - Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kapolri menggantikan jenderal Idham Azis yang segera pensiun, setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di istana, hari Rabu. <br /> <br />Dalam sumpahnya, alumni akademi kepolisian tahun 1991 ini berjanji, akan setia kepada negara dan menjalankan tugas serta jabatannya, dengan menjunjung tinggi etika jabatan dan penuh rasa tanggung jawab. <br /> <br />Usai pelantikan, serah terima jabatan Kapolri langsung digelar di Mabes Polri. <br /> <br />Dalam sambutan perdananya sebagai Kapolri, Listyo Sigit berharap seluruh Jajaran Polri mendukung langkahnya dalam membangun institusi, dan upaya mewujudkan program Polri yang presisi. <br /> <br />Sejumlah tantangan atas kinerja Polri, ada di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pertama, kapolri dituntut mengarahkan transformasi polri yang presisi, yakni prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan. <br /> <br />Kedua, mengubah wajah polisi menjadi lebih humanis, melayani, akuntabel, dan mengedepankan keadilan. <br /> <br />Ketiga, pembenahan kultur internal. <br /> <br />Keempat, mengubah citra kekerasan berlebihan, arogansi anggota, dan gaya hidup mewah. <br /> <br />Kelima, menjaga keamanan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. <br /> <br />Kelima, mengedepankan polsek sebagai sentra penyelesaian persoalan, dan bukan lagi menjalankan fungsi penyidikan. <br /> <br />Keenam, mengubah citra polisi lalu lintas yang lekat dengan penyalahgunaan wewenang, antara lain dengan mengubah tilang menjadi tilang elektronik. <br /> <br />Tantangan Polri berikutnya, menjaga ketertiban dan kemanan di tengah pandemi covid-19, memaksimalkan fungsi intelijen untuk mendeteksi ancaman dan gangguan keamanan maupun ketertiban, serta menghidupkan komunitas untuk menjaga ketertiban dan keamanan. <br /> <br />Mengenai rencana menghidupkan pam swakarsa, Polri diminta jangan sampai menimbulkan trauma seperti di masa lalu. <br /> <br />
