PURWAKARTA, KOMPAS.TV - Perajin wayang golek asal kampung Cikuda, desa Sukamaju, kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat, ini tetap bersemangat meneruskan kerajinan tradisi budaya leluhur. <br /> <br />Dari tangan terampilnya itu perajin wayang golek bernama Ujang Yakub ini bahkan sukses menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. <br /> <br />Selain membuat tokoh pewayangan pada umumnya, Ujang juga melakukan inovasi dengan membuat wayang dengan sentuhan berbeda. <br /> <br />Ujang menghadirkan wayang golek karakter tokoh-tokoh terkenal. Tak hanya pejabat lokal Purwakarta, tetapi ia juga membuat wayang karakter Presiden Indonesia dari yang pertama hingga yang sekarang. <br /> <br />Untuk membuat satu karakter tokoh dibutuhkan waktu sekitar dua minggu, menggunakan bahan utama kayu pule atau kayu albasiah. <br /> <br />Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Ujang mengaku mudah untuk mendapatkan pesanan yang biasa datang dari Bali maupun luar negeri seperti Kanada dan Jepang. <br /> <br />Sayangnya, sejak masa pandemi Covid-19, pesanan pembuatan wayang golek maupun karakter menurun tajam. <br /> <br />Ujang menjual satu wayang karakter tokoh dengan harga Rp 3.000.000,-. Sementara wayang golek dengan tokoh pewayangan yang biasa, dibanderol dengan harga Rp 300.000,- hingga Rp 700.000,- <br /> <br />Ujang berharap pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu, agar ia bisa kembali memaksimalkan pemasaran wayang karakter maupun wayang golek buatannya. <br /> <br /> <br />
