PEMALANG, KOMPAS.TV - Akibat berselisih paham, sebanyak empat rumah di Pemalang Jawa Tengah tak lagi mempunyai akses jalan yang layak. <br /> <br />Ini lantaran akses jalan ditembok oleh salah satu pihak. <br /> <br />Di Desa Widodaren Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sebanyak 4 rumah akses jalannya tertutup oleh tembok. <br /> <br />Satu-satunya jalan yang bisa dilalui adalah saluran air dengan berputar ke sejumlah rumah warga. <br /> <br />Penutupan akses jalan dengan tembok ini dilakukan oleh sang pemilik tanah pada 27 Februari silam, karena sudah menjadi hak waris anak bungsunya. <br /> <br />Empat keluarga yang rumahnya terisolasi, siap bertemu dengan keluarga pemilik tanah agar akses jalan kembali dibuka. <br /> <br />Pemilik tanah siap dimediasi oleh polisi dengan tempat netral yaitu di kantor polsek. <br /> <br />Polisi berharap pada mediasi beberapa keluarga dengan pemilik tanah, nantinya menemukan jalan keluar yang bisa disetujui kedua belah pihak. <br /> <br />Rumah warga di Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Juga ditembok hingga menutup akses keluar masuk dua keluarga sejak tahun 2019. <br /> <br />Untuk dapat beraktivitas keluar rumah, warga terpaksa memanjat tembok <br />yang membentang sepanjang kurang lebih tiga ratus meter persegi ini. <br /> <br />Kejadian berawal pada tahun 2019, saat bekas pemilik rumah, ingin membeli kembali rumah yang berdiri di lahan seluas seribu meter persegi, dengan harga di bawah nilai jual obyek pajak. <br /> <br />Hal ini ditolak keluarga pemilik rumah saat ini, melalui lelang sebuah bank. <br /> <br />Tidak terima, bekas pemilik rumah langsung mendirikan tembok sepanjang kurang lebih tiga ratus meter persegi, dan menutup total akses jalan. <br /> <br />