PADANG, KOMPAS.TV - Seorang nelayan di Kota Padang Slamet mengolah sampah jadi bahan bernilai guna. <br /> <br />Berawal dari kekhawatiran akan banyaknya sampah pelepah pohon salak di lingkungannya <br /> <br />Dan ditengah penghasilan sebagai nelayan yang kian tidak pasti, Slamet mengolah limbah pelapah pohon salak ini menjadi karya seni bernilai jual tinggi. <br /> <br />Untuk menciptakan satu miniatur kapal, Slamet mengaku bisa menghabisi waktu hingga satu setengah bulan tergantung tingkat kerumitan dan ukurannya. <br /> <br />Hal tersebut karena dirinya juga kadang mesti melaut sebagai pekerjaan rutin yang tekini. <br /> <br />Namun jika difokuskan, Slamet mengaku hanya membutuhkan waktu paling lama kurang dari dua minggu. <br /> <br />Untuk harga miniatur buatannya, ia mengaku tidak mematok harga karena merupakan karya seni dan tergantung ketertarikan pembeli. <br /> <br />Namun hasil karyanya tersebut sempat dibeli hingga jutaan rupiah oleh seorang turis yang tertarik dengan miniatur kapal yang ia buat. <br /> <br />Kini karya-karyanya inipun menjadi penunjang ekonomi baginya. <br /> <br />Video Editor: Rengga <br /> <br />
