BLITAR, KOMPAS TV - Setelah berhenti berproduksi akibat pandemi corona, pengrajin rebana di Kabupaten Blitar kini perlahan mulai bangkit. Datangnya bulan Ramadan membuat jumlah pesanan meningkat hingga mampu merambah ke luar negeri. <br /> <br />Sejak pagi hari para pengrajin rebana di kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar ini sibuk menata rebana pesanan para konsumen. Berbagai jenis ukuran rebana dipersiapkan dan dicoba kenyaringan bunyinya oleh para pekerja. <br /> <br />Di bulan ramadan kali ini permintaan rebana meningkat hingga 50 persen dari biasanya. Rata-rata setiap hari pera pengrajin mampu memproduksi dan menjual 8 buah rebana ke berbagai daerah di Indonesia. <br /> <br />Datangnya bulan ramadan kali ini membawa berkah bagi para pengrajin. Mereka kembali dapat merasakan manisnya keuntungan dari penjualan rebana setelah pada ramadan tahun lalu berhenti beroperasi akibat pandemi covid 19. <br /> <br />Baiknya kualitas yang dihasilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Bahan baku yang digunakan juga merupakan bahan pilihan, seperti kulit kambing etawa yang tebal dan bagus. <br /> <br />Rebana khas Blitar ini sudah terkenal di berbagai daerah di Indonesia, bahkan penjualanya telah sampai ke Taiwan dan Malaysia. <br /> <br />Rebana khas Blitar ini dijual dengan harga 350 ribu rupiah per bijinya. Kini dalam sekali moment ramadan seperti ini, para pengrajin mampu mengantongi pendapatan puluhan juta rupiah. <br /> <br />#Blitar #Ramadan #Rebana #Kerajinan #Puasa #Beritakediri <br /> <br />
