KOMPAS.TV - Bumi berotasi sepanjang hari selama 24 jam. Rotasi merupakan perputaran Bumi pada porosnya. <br /> <br />Kecepatan Bumi berputar pada garis ekuator kira-kira sekitar 1.600 kilometer per jam. <br /> <br />Adanya pergantian siang dan malam juga merupakan akibat dari rotasi bumi. <br /> <br />Selain itu, perputaran bumi juga menyebabkan gerak semu harian, serta pembagian waktu dan tanggal yang berbeda di berbagai wilayah di muka bumi. <br /> <br />Apakah kita merasakan perputaran bumi? <br /> <br />Jika bumi berputar dengan cepat, lalu berhenti tiba-tiba, besar kemungkinan kita akan merasakan pergerakannya. <br /> <br />Hal ini sama seperti ketika kita naik mobil atau pesawat yang bergerak dengan kecepatan tinggi, dan kita bisa menuangkan minuman ke dalam cangkir. <br /> <br />Uniknya, kita justru akan merasakan kalau Bumi bergerak saat Bumi tiba-tiba melambat atau bertambah kecepatannya. <br /> <br />Namun jika kita tidak bergerak dengan kecepatan konstan, maka kita akan mendapatkan tekanan dan merasa pusing. <br /> <br />Di zaman dahulu, ilmuwan juga kebingungan karena benda-benda di langit bergerak sementara bumi tidak terasa pergerakannya. <br /> <br />Kemudian muncul dukungan terhadap ide geosentris dimana benda langit berpusat pada bumi. <br /> <br />Sementara ilmuwan Yunani bernama Aristarchus mempercayai jika semesta berpusat pada matahari (heliosentris). <br /> <br />Di abad ke-16, Copernicus menemukan bukti kalau bumi berputar pada porosnya di antara bintang-bintang, sekaligus mengelilingi matahari. <br /> <br />Jadi, kenapa kita tidak merasa pusing saat bumi berputar? <br /> <br />Hal ini karena bumi bergerak dalam kecepatan stabil, dan kita semua ikut bergerak dengan kecepatan yang sama, seperti halnya penumpang di dalam kendaraan.(*) <br /> <br />Grafis: Joshua Victor <br /> <br />