JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah mengakui kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali bukan termasuk alat utama sistem persenjataan dengan teknologi paling mutakhir. <br /> <br />Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. <br /> <br />Ia menyebut saat ini Indonesia masih dalam tahap memutakhirkan alutsista TNI. <br /> <br />Dengan hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402, Komisi I DPR merasa kondisi alutsista TNI perlu segera ada peremajaan. <br /> <br />Kementerian Pertahanan perlu memberikan perhatian khusus terhadap hal ini. <br /> <br />DPR memandang kondisi alutsista yang dipakai TNI sebagian besar sudah berumur. <br /> <br />Menurut DPR, perawatan alutsista bukanlah solusi untuk memutakhirkan alutsista. <br /> <br />Sekilas tentang KRI Nanggala 402, kapal selam dengan tipe U-209-1300 ini memiliki berat 1.395 ton dengan dimensi 59,5 x 6,3 meter x 5,5 meter. <br /> <br />Kapal selam ini memiliki empat mesin diesel elektrik 14 buah senjata torpedo dan sonar yang dapat melacak setiap benda bergerak di sekitar kapal. <br /> <br />Kapal selam ini punya waktu lama menyelam selama 52 hari. <br /> <br />Kapal selam yang punya julukan monster bawah laut ini dibuat oleh pabrikan Howaldt-Swerke, Kiel, Jerman, pada tahun 1979. <br /> <br />KRI Nanggala 402 saat ini diduga berada di kedalaman 600 hingga 700 meter di bawah laut. <br /> <br />Pihak TNI masih berupaya mencari di titik tempat munculnya tumpahan minyak. <br /> <br />Untuk pertama kalinya, kapal selam milik indonesia diduga hilang. <br /> <br />Sejauh mana peluang KRI Nanggala 402 ini bisa ditemukan? <br /> <br />Simak pembahasannya bersama Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi. <br /> <br />