BALI, KOMPAS.TV - Siapa sangka bangunan masjid yang berdiri kokoh di Desa Gelgel, Klungkung ini merupakan masjid tertua di Bali. <br /> <br />Inilah Masjid Nurul Huda saksi bisu dari masuknya ajaran Islam di Pulau Dewata. <br /> <br />Dibangun di akhir abad ke-13, masjid ini masih dirawat oleh warga dengan baik hingga sekarang. <br /> <br />Bahkan beberapa ornamen dan ukiran khas Bali masih dipertahankan di Masjid Nurul Huda. Salah satunya mihram atau mimbar tempat khotib melakukan ceramah. <br /> <br />Sejarah berdirinya Masjid Nurul Huda tidak terlepas dari peran Raja Gelgel I Ketut Dalem Ngulesir. <br /> <br />Saat pulang ke Bali, ia dikawal oleh 40 prajurit Muslim dari Majapahit. Sebagai rasa terimakasih, Raja Gelgel memberikan tempat tinggal bagi 40 prajurit di Desa Gelgel. <br /> <br />Atas izin Raja Gelgel, ajaran Islam pun berkembang di Desa Gelgel hingga dibangunlah Masjid Nurul Huda sebagai tempat ibadah. <br /> <br />Kini ada 360 kepala keluarga muslim yang tinggal di Desa Gelgel. <br /> <br />Mereka hidup rukun dan harmonis berdampingan dengan umat Hindu di desa ini, bahkan tak jauh dari Masjid Nurul Huda tempat mereka beribadah berdiri Pura-Pura besar yang di empon oleh umat Hindu. <br /> <br />Saling toleransi pun ditunjukan baik sat hari raya Islam ataupun Hindu. <br /> <br />Masjid Nurul Huda di Desa Kampung Gelgel, Klungkung, merupakan masjid tertua di Bali. <br /> <br />Keberadaannya sampai saat ini masih tetap kokoh yang di bangun ditengah umat Muslim dan berdampingan dengan perkampungan umat Hindu di Bali. <br /> <br />