BALI, KOMPAAS.TV - Pasca-pencarian di Perairan Bali Utara, KRI Soeharso dan Kapal Basarnas bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Jawa Timur. <br /> <br />Sejumlah pejabat tinggi TNI, turut serta berada di dalam KRI Soeharso. <br /> <br />KRI Soeharso mulai sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Jawa Timur, sejak pukul 19.00 WIB. <br /> <br />Sejumlah pejabat tinggi TNI AL, turut serta berada di dalam KRI Soeharso. <br /> <br />Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait perkembangan pencarian kapal selam nanggala 402. <br /> <br />Selain rumah sakit terapung, KRI Soeharso, tampak Kapal Basarnas masih disiagakan di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. <br /> <br />Panglima TNI, Kasal dan Kapolri Jumat (23/04) siang meninjau proses pencarian KRI Nanggala-402 di perairan Bali Utara. <br /> <br />Visual ini merupakan dokumen resmi milik dispenal. <br /> <br />14 KRI dikerahkan untuk mencari KRI Nanggala 402. <br /> <br />Selain itu, kapal milik Polri dan Basarnas juga dikerahkan untuk melakukan pencarian. <br /> <br />Posko terpadu juga didirikan di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali. <br /> <br />Posko ini merupakan gabungan dari Kepolisian, BPBD, TNI AL, dan SAR. <br /> <br />Kurang dari 24 jam sisa oksigen di kapal selam KRI nanggala-402. Pencarian pun terus dimaksimalkan. <br /> <br />Hingga Jumat (23/04) sore, pencarian difokuskan di sembilan titik berdasarkan petunjuk adanya tumpahan minyak dan daya magnet yang kuat di bawah laut. <br /> <br />