BANTEN, KOMPAS.TV - Kendaraan pribadi terus memadati Pelabuhan Merak, Banten, untuk menyeberang ke Sumatera. <br /> <br />Warga memilih mudik lebih awal untuk menghindari larangan mudik secara nasional pada tanggal 6 Mei mendatang. <br /> <br />Selain truk ekspedisi pengangkut barang yang biasa lalu lalang di Pelabuhan Merak, mobil pribadi dengan bawaan barang-barang juga makin sering terlihat masuk ke Pelabuhan Merak. <br /> <br />Dari pantauan tim liputan KompasTV di sana, kepadatan kendaraan masih terhitung normal seperti hari-hari biasa. <br /> <br />Diprediksi kepadatan arus mudik akan terjadi 1 atau 2 hari ke depan. <br /> <br />Sementara itu pemudik pejalan kaki yang ingin menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak harus melakukan tes Covid-19, baik dengan tes GeNose maupun tes antigen. <br /> <br />Tes GeNose dengan tarif 40 ribu rupiah, sementara tes antigen seharga 150 ribu rupiah. <br /> <br />Terkait hal ini, ada pemudik yang mengeluhkan tambahan biaya untuk tes Covid-19. <br /> <br />Sesuai aturannya, para penumpang kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, yang tidak membawa kendaraan juga diwajibkan tes Covid-19 menggunakan tes GeNose. <br /> <br />Pemberlakuan aturan tersebut untuk memastikan bahwa calon pengguna jasa yang melakukan perjalanan melalui perairan selat sunda itu bebas dari paparan Covid-19. <br /> <br />Apabila tidak memiliki dokumen kesehatan, calon penumpang dilarang untuk masuk area pelabuhan ataupun melakukan penyeberangan ke pulau Sumatera. <br /> <br />