INDIA, KOMPAS.TV - Pemerintah India mengalami desakan untuk memberlakukan pembatasan nasional berskala besar karena lonjakan kasus covid-19 yang drastis. <br /> <br />Para ahli medis, pemimpin oposisi, juga Hakim Mahkamah Agung India menyerukan pembatasan nasional atau lockdown karena menilai aturan tambal sulam di india tidak akan cukup menekan peningkatan infeksi covid. <br /> <br />Banyak pasien menunggu di luar rumah sakit untuk menerima perawatan. <br /> <br />Ada pula tenaga medis yang protes karena para dokter menolak bertugas. <br /> <br />Kementerian Kesehatan juga mengungkap lambannya pengalokasian bantuan yang dikirim negara-negara lain. Padahal bantuan itu sudah datang sejak 27 April lalu. <br /> <br />Per hari Jumat (07/05/2021) kemarin India mencatatkan 414 ribu lebih kasus baru dengan jumlah kematian baru mencapai 3.915 dalam satu hari. <br /> <br />Penasihat ilmiah India mengatakan, ada beberapa wilayah yang status daruratnya sangat memprihatinkan. <br /> <br />Meski sejumlah wilayah sudah masuk masa lockdown, rumah sakit di India masih kewalahan menerima pasien covid-19. <br /> <br />Di Kawasan Odisha ambulans rumah sakit tak pernah berhenti menjemput pasien covid-19 untuk menjalani perawatan. <br /> <br />Kamis (06/05/2021) kemarin bahkan India melaporkan 412.000 kasus infeksi covid-19 baru dan hampir 4.000 kematian dalam 24 jam. <br /> <br />