SAMARINDA, KOMPAS.TV - Beginilah keseharian Andika untuk bertahan hidup, setelah dirinya ditipu untuk investasi bersama komunitas koperasi 212 mart. <br /> <br />Setiap hari dirinya berjualan pentol keliling disekitaran Jalan Wahab Syahrani Samarinda, Kalimantan Timur. Andika merupakan salah satu investor sekaligus karyawan 212 mart Samarinda. <br /> <br />Sebelum bergabung, dirinya mendapat informasi dari grup media sosial whatsapp untuk melakukan investasi berbasis syariah dan membangun toko jual beli sembako yang dinamakan 212 mart Samarinda. Koperasi ini dipelopori P-N sebagai ketua dan H-B-H sebagai bendahara. <br /> <br />Namun berjalan waktu, bagi hasil yang dijanjikan tak didapatkan para investor yang telah menanamkan modalnya. Termasuk Andika bahkan Andika tak pernah menerima gajihnya sebagai karyawan 212 mart. <br /> <br /> <br />Hingga toko tersebut bangkrut, para investor belum menerima modal dan hasil dari investasi. Para penggagas komunitas koperasi 212 pun kini tak bisa lagi dikonfirmasi atau dihubungi untuk diminta pertanggung jawaban. <br /> <br />Dirinya berharap, kepolisian segera membekuk oknum dari penggagas 212 mart agar uang investasi bisa dikembalikan. <br /> <br />#InvestasiBodong#212Mart#InvestorTertipu <br /> <br />
