Surprise Me!

Harga Vaksinasi Gotong Royong Diminta Ditinjau Ulang

2021-05-19 1,032 Dailymotion

KOMPAS.TV - Program vaksinasi covid-19 gotong royong mulai dilaksanakan kepada 19 perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur pada Selasa 18 Mei 2021. <br /> <br />Presiden Joko Widodo turut memantau proses vaksinasi gotong royong di PT Unilever Indonesia Kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. <br /> <br />Presiden berharap, program vaksinasi covid-19 gotong royong bisa mempercepat program vaksinasi nasional. <br /> <br />Pemerintah menetapkan harga per dosis vaksin gotong royong yakni Rp 321.660. <br /> <br />Ditambah, tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. <br /> <br />Dengan demikian, total harga vaksin sebesar Rp 879.140 per orang untuk dua kali vaksin. <br /> <br />Harga vaksin gotong royong ini dinilai masih terlalu mahal dan memberatkan sejumlah perusahaan, terutama perusahaan yang terkena imbas pandemi. <br /> <br />Namun, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri, Shinta Wijaya Kamdani menilai meski relatif mahal dan dapat membebani perusahaan, namun vaksinasi covid-19 gotong royong ini bisa jadi investasi bagi perusahaan. <br /> <br />Meski biaya vaksinasi yang menggunakan Vaksin Sinopharm dinilai relatif mahal, pemerintah memastikan tidak akan mengevaluasi harga vaksin gotong royong. <br /> <br />Jika ada pelaku usaha yang tidak sanggup, karyawannya masih bisa memanfaatkan program vaksinasi pemerintah yang diberikan gratis kepada masyarakat. <br /> <br />Koordinator Advokasi BPJS Watch Timbul Siregar meminta pemerintah meninjau ulang biaya vaksinasi gotong royong. Diantaranya dengan menggratiskan biaya penyuntikan. <br /> <br />Data Kamar Dagang dan Industri mencatat, hingga saat ini ada 22.000 lebih perusahaan dengan 10 juta karyawan yang terdaftar mengikuti vaksinasi gotong royong. <br /> <br />Pemerintah berkomitmen menyediakan 30 juta dosis untuk vaksin gotong royong. Namun kini baru tersedia 420.000 dosis. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon