JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah pandemi covid-19 yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. <br /> <br />Penyakit malaria masih menjadi ancaman disejumlah wilayah Indonesia terutama dibagain timur. <br /> <br />Dilansir dari Kompas.com, ada penambahan eliminasi malaria dari 18 kabupaten/kota. Sementara itu, 23 kabupaten kota lainnya masih dalam status endemis tinggi. <br /> <br />Kabupaten/kota di Provinsi Maluku, Papua dan Papua Barat belum ada yang mencapai eliminasi malaria. <br /> <br />Akan tetapi, di tahun 2021 ini, Provinsi NTT dan Maluku Utara jadi wilayah pertama di timur Indonesia yang kabupaten/kotanya mencapai eliminasi malaria. <br /> <br />Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. <br /> <br />Nyamuk ini membawa parasit Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh dan menempati organ hati. <br /> <br />Gejala malaria berupa, suhu badan lebih dari 38 derajat celcius, sakit kepala, muntah, nyeri otot, diare. <br /> <br />Melansir dari Kompas.com, tanda dan ciri-ciri penyakit di atas biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah penderita digigit nyamuk yang terinfeksi. <br /> <br />Awalnya penderita bisa merasakan badannya menggigil kedinginan, lalu suhu tubuhnya meningkat, diikuti keluarnya keringat, kemudian suhu tubuh berangsur normal. <br /> <br />Namun, ada juga beberapa jenis parasit penyebab penyakit malaria yang tertidur di dalam tubuh (dorman) selama setahun. Gejala penyakit ini baru muncul saat kondisi tubuh tidak fit. <br /> <br /> <br />
