BANDUNG, KOMPAS.TV Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat membacakan amar tuntutan untuk Bahar Bin Smith. <br /> <br />Ia dituntut 5 bulan penjara karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi online. <br /> <br />Menanggapi tuntutan ini, Bahar mengapresiasi JPU. <br /> <br />"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah, atas nikmat, rahmat yang Allah berikan. Untuk jaksa yang menuntut saya 5 bulan, itu cukup tidak berat. Jaksa dalam kasus saya, terima kasih telah berlaku adil. Terima kasih telah menuntut saya 5 bulan,"ujar Bahar Bin Smith lewat tayangan virtual persidangan. <br /> <br />Bahar dinilai terbukti bersalah melakukan penganiayaan sesuai dengan dakwaan subsider Pasal 351 ayat 1 Jo Pasal 55. <br /> <br />Adapun sidang pembacaan tuntutan itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (27/5/2021). <br /> <br />Sebelumnya peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di kediaman Bahar di Bogor pada tahun 2018 di bulan September. <br /> <br />Sebenarnya di antara Bahar dan Andriansyah ini sudah ada perdamaian. <br /> <br />Namun Direktorat Reserse Kriminal Umum, menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka. <br /> <br />Pada saat itu istri Bahar Bin Smith kembali ke rumah pada pukul 23:00 WIB. <br /> <br />Istri tersebut diantar sopir taksi online, dan saat itulah sopir bernama Andriansyah dianiaya Bahar. <br /> <br />Video Editor: Rengga <br /> <br /> <br />
