Surprise Me!

Studi WHO: Bekerja Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Penyakit Hingga Kematian

2021-05-27 2,987 Dailymotion

KOMPAS.TV - Studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan, overwork atau bekerja terlalu lama menimbulkan risiko kesehatan kerja yang membunuh ratusan ribu orang setiap tahun. <br /> <br />Hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Environment International, Senin (17/5/2021) menjelaskan, jam kerja yang panjang mengakibatkan hilangnya nyawa 745 ribu orang pada tahun 2016. <br /> <br />Antara tahun 2000 dan 2016, jumlah kematian akibat penyakit jantung terkait jam kerja yang panjang meningkat sebesar 42 persen dan stroke sebesar 19 persen. <br /> <br />Orang yang bekerja lebih dari 55 jam setiap minggunya punya risiko sekitar 35 persen terkena stroke, dan 17 persen risiko meninggal karena penyakit jantung. <br /> <br />Risiko tersebut lebih tinggi dibanding orang-orang yang bekerja antara 35-40 jam per minggu, atau sama dengan jam kerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore setiap harinya. <br /> <br />Studi juga menunjukkan bahwa laki-laki berusia paruh baya atau lebih tua mempunyai dampak risiko yang lebih tinggi. Jika dilihat dari segi wilayah, pekerja di Asia Tenggara dan Pasifik Barat mempunyai risiko overwork lebih tinggi. <br /> <br />Akibat pandemi, jumlah orang yang bekerja dengan jam kerja yang panjang terus meningkat. Saat ini jumlahnya mencapai 9% dari total populasi secara global. <br /> <br />Direktur Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim Dan Kesehatan WHO Dr Maria Neira mengatakan, bekerja 55 jam atau lebih per minggu merupakan bahaya kesehatan serius. <br /> <br />"Sudah saatnya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi WHO. <br /> <br />Direktur Jenderal Who, Dr Tedros Adhanom juga menyatakan, perubahan cara kerja akibat pandemi kerap mengaburkan batas antara rumah dan kantor. <br /> <br />"Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan risiko stroke atau penyakit jantung. Pemerintah, pengusaha dan pekerja perlu bekerja sama untuk menyepakati batasan untuk melindungi kesehatan pekerja," terangnya. <br /> <br />Bagaimana tanggapan sahabat Kompas TV?(*) <br /> <br />Grafis: Agus Eko <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon