KOMPAS.TV - Panglima TNI Marsekal Hadi Cahyanto akan memasuki masa pensiun pada November 2021 yang berasal dari Matra Angkatan Udara. <br /> <br />Kini, Presiden Jokowi mulai melakukan penilaian atau asesmen terhadap calon anggota Panglima TNI. <br /> <br />Di antara 3 nama Kepala Staf Angkatan, ada 2 nama yang mencuat menjadi calon kuat Panglima TNI Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono. <br /> <br />Anggota DPR, Ahmad Sahroni mendukung Kasal Yudo Margono, sesuai dengan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. Jabatan Panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan. <br /> <br />Sedangkan, Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Effendi Simbolon mendukung Kasad Jenderal Andika Perkasa untuk menjadi Panglima TNI dengan mempertimbangkan kompetensinya. <br /> <br />Selain bursa Panglima TNI, kini muncul kabar rencana pengangkatan Wakil Panglima TNI. <br /> <br />Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ahli Mochtar Ngabalin menagatakan, kepastian tentang Wakil Panglima TNI baru bisa diketahui pekan depan. <br /> <br />Sesuai Undang-Undang, Presiden akan memilih calon Panglima TNI untuk diajukan ke DPR guna uji kepatutan dan kelayakan. <br /> <br />Berbagai pertimbangan muncul, termasuk polemik jatah giliran matra sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. <br /> <br />Lalu seberapa urgensikah pengaktifan posisi Wakil Panglima TNI? <br /> <br />Siapakah yang kira-kira lebih pantas dan layak menduduki jabatan Panglima TNI dan bagaimana kaitannya dengan kebutuhan kondisi Pertahanan Militer Indonesia? <br /> <br />Kita akan bahas bersama Anggota Komisi I DPR, Bobby Rizaldi dan Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie. <br /> <br />