JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menteri Penerangan di era Presiden Soeharto, Harmoko, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (5/7/2021). <br /> <br />Haromoko meninggal setelah sempat dinyatakan positif Covid-19. <br /> <br />Sebelumnya Harmoko meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto pada Minggu malam. <br /> <br />Harmoko menjadi Menteri Penerangan di era orde baru sejak tahun 1983 hingga 1997. Sebelumnya, Harmoko berprofesi sebagai wartawan selama 23 tahun. <br /> <br />Harmoko dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Presiden Soeharto. <br /> <br />Karena itu selama menjadi Menteri Penerangan, Harmoko begitu giat menyosialisasikan keberhasilan pembangunan pemerintah. <br /> <br />Tak hanya itu, Harmoko bahkan berperan menstabilkan harga bahan pokok dengan mengumumkan harga beras, minyak, gula, hingga cabai keriting di pasar. <br /> <br />Harga inilah yang kemudian menjadi patokan harga tertinggi pedagang di pasar. <br /> <br />Di tahun 1998, Harmoko pula yang memimpin sidang MPR dan mengetuk palu sahnya Soeharto kembali jadi mandataris MPR. <br /> <br />Namun beberapa bulan kemudian tepatnya 18 Mei 1998, ditengah desakan mahasiswa yang kian bergelora, Harmoko pula yang mengatasnamakan anggota dan pimpinan dewan meminta Soeharto mengundurkan diri. <br /> <br />Setelah reformasi bergulir, Harmoko turut pula menepi dari dunia politik dan sejak 2013 lalu, kondisi kesehatannya semakin menurun setelah dinyatakan menderita penyakit progressive supranuclear palsy. <br /> <br />Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) pada usia 82 tahun. <br /> <br />
