PONTIANAK, KOMPAS.TV - Diorama atau pemandangan lingkungan rinci seperti asli ini, merupakan hasil karya warga Kota Pontianak. Dia adalah Firman Rusdian, yang merupakan penghobi mobil mini atau die-cast. Sejak 2019 lalu, pria yang kerap disapa Andes ini, mengembangkan hobinya menjadi pembuat diorama. <br /> <br />Berbagai detail bentuk lingkungan hingga bentang alam berhasil dibuat, terutama bentuk alam yang berkaitan dengan mobil. Seperti jalan curam pegunungan, hingga jalan berbatu melewati aliran sungai. <br /> <br />Kemampuan ini dia dapatkan secara otodidak, dan semua bentuk detail ini dibuat sendiri, berbekal sumber referensi, dan hasil riset yang dilakukannya. <br /> <br />Diorama ini, ia buat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar. Mulai dari menggunakan styrofoam sebagai dasar bentuk utama, detail menggunakan kawat nyamuk sebagai pagar lahan parkir, serbuk kayu menjadi pagar rumput, hingga detail-detail bebatuan serta bentuk aliran sungai yang dibuat dari bahan resin. <br /> <br />Tak jarang, Andes harus bereksperimen untuk menghasilkan detail-detail lingkungan. Bentuk-bentuk diorama, juga tak jarang diambil dari potret lingkungan sekitarnya. <br /> <br />Untuk membuat satu diorama, diperlukan waktu mulai dari satu hingga dua minggu, tergantung tingkat kesulitan, dan ide yang ada. Hasil-hasil karya Andes ini pun, menarik perhatian penghobi diorama di Kota Pontianak. <br /> <br />Jika ada penghobi yang tertarik, andes mematok harga diorama kecil mulai dari 75 ribu hingga 150 ribu rupiah. Sedangkan untuk ukuran besar, mulai dari 250 ribu rupiah. <br /> <br />Untuk mengembangkan dioramanya, Andes mengaku kerap berkumpul dengan para penghobi mobil mini dan diorama lain, untuk saling bertukar pikiran dan inspirasi. <br /> <br />
