LAMONGAN, KOMPAS.TV - Pasca kematian puluhan orang di desanya, warga Pelangwot, kecamatan Laren, Lamongan beramai -ramai memasang lampu di depan rumah sebagai penanda adanya Covid-19 dan penangkal bala. <br /> <br />Peristiwa itu diketahui dari unggahan akun Tiktok @Sangfajar yang dikirimkan ke redaksi Kompas.TV pada Senin (19/7) <br /> <br />Dalam video terlihat, pemandangan lampu - lampu minyak tanah yang dipasang di depan rumah warga di sepanjang jalan desa. <br /> <br />Salah satu warga, bernama Pak Asim menuturkan, anjuran petinggi desa memasang lampu minyak tanah ini diyakini untuk menangkal wabah penyakit corona yang kini mewabah di desanya. <br /> <br />"Jadi awalnya ada sekitar 20 warga desa yang meninggal, lalu kita diminta untuk memasang lampu di depan rumah", ujar Asim <br /> <br />Lebih jauh Ia juga mengungkapkan suasana kampung sehari-hari setelah Corona mewabah. <br /> <br />"jadi setiap malam, semua warga memasang lampu uplik ( minyak tanah) dari botol botol bekas kratingdaeng (minuman suplemen) di depan rumah",ujar Asim <br /> <br />Meski jalanan kampung terlihat terang karena dipenuhi cahaya lampu yang dipasang warga, namun Asim mengakui tak serta merta menutupi suasana murung yang dirasakan warga karena kehilangan anggota keluarganya <br /> <br />Berdasarkan data, Kabupaten Lamongan masuk dalam daftar 44 Kabupaten/ Kota zona merah selama PPKM Darurat Jawa Bali. <br /> <br />Tetapi sejumlah laporan media menyebutkan banyak prosesi pemakaman warga terutama di kampung kampung dilakukan tanpa protokol kesehatan karena diyakini tidak disebabkan Corona, meskipun peristiwa nya terjadi secara beruntun. <br /> <br />Video Editor: Faqih Fisabilillah <br /> <br />