KOMPAS.TV - Salah satu suplemen yang umum dikonsumsi untuk mencegah Covid-19 adalah vitamin D. <br /> <br />Anjuran konsumsi vitamin D untuk Covid-19 adalah karena adanya manfaat vitamin D yang dapat memperkuat daya tahan tubuh dan meredakan peradangan, serta mempercepat pemulihan. <br /> <br />Meski efektivitas vitamin D untuk Covid-19 masih perlu diteliti lebih lanjut, konsumsi vitamin D harian tetap harus cukup. <br /> <br />Dosis vitamin D harian yang dibutuhkan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, etnis, musim di tempat tinggal, hingga paparan sinar matahari <br /> <br />National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan asupan harian vitamin D sebesar 400-800 IU atau sekitar 10-20 mikrogram. <br /> <br />Di sisi lain, kekurangan vitamin D bisa menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi dan kelainan yang berkaitan dengan imunitas. <br /> <br />Vitamin D bisa diperoleh melalui sinar matahari (pro vitamin D3) yang baik untuk kulit, hati, dan ginjal. <br /> <br />Disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 1520 menit, setidaknya 3 kali seminggu. <br /> <br />Pada sumber hewani, vitamin D3 bersumber dari ikan berlemak, hati, kuning telur, dan mentega. <br /> <br />Sedangkan sumber nabati, vitamin D2 bisa didapatkan dengan mengonsumsi jamur (dengan pencahayaan ultraviolet), dan pangan terfortifikasi. <br /> <br />Konsumsi vitamin D berlebihan dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Kondisi ini dapat memicu masalah kesehatan seperti kebingungan mental dan masalah jantung. <br /> <br />Oleh karena itu, sebaiknya pastikan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D, terlebih jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.(*) <br /> <br />Grafis: Joshua Victor <br /> <br />
