Surprise Me!

Selamatkan Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi, Bansos dan BST Masih Jadi Andalan Pemerintah

2021-08-14 771 Dailymotion

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pandemi covid-19 membuat daya beli masyarakat ikut berubah. <br /> <br />Di tengah pembatasan kegiatan di berbagai wilayah, daya beli masyarakat, menghadapi ancaman penurunan. <br /> <br />Faktor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional ini dikhawatirkan, menyusul anjloknya indeks keyakinan konsumen atau IKK di bulan Juli lalu. <br /> <br />Sesuai rilis Bank Indonesia, indeks keyakinan konsumen pada bulan Mei 2021, tercatat sebesar 104,4 persen dan meningkat hingga 107,4 persen di bulan Juni. <br /> <br />Namun penurunan sangat tajam hingga 80,2 persen kembali terjadi pada bulan Juli. <br /> <br />Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menyebut penurunan indeks keyakinan konsumen di tengah PPKM paling dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan 2 juta rupiah dan akan berdampak pada daya beli. <br /> <br />Bantuan sosial sembako dan uang tunai masih menjadi andalan pemerintah untuk menopang daya beli masyarakat. <br /> <br />Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, selain bantuan sosial tunai, dan bantuan kartu sembako, pemerintah menambah jumlah penerima bantuan yang terdampak PPKM sesuai usulan pemerintah daerah. <br /> <br />Berbagai program perlindungan sosial pemerintah, telah menahan laju pertambahan kemiskinan. <br /> <br />Dari data BPS, pada Maret 2021, persentase penduduk miskin sebesar 10,14 persen. <br /> <br />Jumlah ini meningkat 1,12 juta orang terhadap Maret 2020. <br /> <br />Bank dunia memprediksi, tanpa perlindungan sosial, persentase kemiskinan bisa menjadi 11,8 persen. <br /> <br />Daya beli masyarakat tetap harus terjaga dan ditopang secara berkelanjutan. <br /> <br />Terlebih saat ini, Indonesia tengah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh kencang di kuartal kedua tercatat sebesar 7,07 persen. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon