KUPANG, KOMPAS.TV - Ratusan penyintas bencana banjir bandang di Desa Waisesa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata kini membangun hunian sementara dan tinggal di kebun-kebun akibat rumah mereka rusak dihantam banjir bandang pada awal April 2021 lalu. <br /> <br />Kini, para penyintas tersebut mengeluh karena kesulitan mengakses air bersih. Bahkan mereka terpaksa harus membeli air dengan harga 15 ribu tiap drum untuk bisa memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-hari. <br /> <br />Selama ini para warga mendapatkan bantuan air bersih namun, belakangan bantuan air bersih tak lagi ada. Warga terpaksa menggunakan air dari sumur bor meskipun airnya merupakan air payau. <br /> <br />Sementara itu, Kementerian PUPR tengah mengerjakan 700 unit rumah bagi para warga. <br /> <br />Lokasi perumahan dipusatkan pada tiga lokasi yakni, di Kampung Waisesa, Tana Merah dan Kampung Podu. <br /> <br />Pengerjaan baru dilakukan di Kampung Waisesa dan Tana Merah, sementara di Kampung Podu sedang dilakukan proses perataan. <br /> <br />Rencananya pembangunan 700 rumah tersebut akan berakhir pada November 2021. <br /> <br />#kesulitanair #airbersih #penyintasbanjir <br /> <br />
