JAKARTA, KOMPAS.TV Sejumlah pelajar Amerika Serikat belajar Bahasa Indonesia melalui program National Security Language Initiative for Youth (NSLI-Y), sebuah program bagi siswa-siswi Amerika Serikat untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan asing, termasuk Indonesia. <br /> <br />Samuel Webber dan Sandhya Lohano adalah dua dari sekian banyak pelajar Amerika Serikat yang tengah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. <br /> <br />Samuel misalnya, ia memilih untuk belajar Bahasa Indonesia lantaran tertarik dengan budaya dan keindahan alam Indonesia. <br /> <br />"Saya sudah belajar Bahasa Indonesia selama 2 tahun, tapi saya belum pergi ke Indonesia", ungkap Sam kepada Kompas TV. <br /> <br />Berbeda dengan Samuel, ketertarikan Sandhya dengan Bahasa Indonesia dimulai dari rasa ingin tahunya tentang budaya dan religi Indonesia. <br /> <br />"Saya mau belajar bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia karena bahasa tidak banyak dipelajari di US. Saya tertarik dengan budaya Indonesia dan pengaruhnya ke agama", tuturnya. <br /> <br />Meski demikian, keduanya mengaku, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang cukup sulit untuk dipelajari. <br /> <br />Menurut Sandhya, kesulitan tersebut terjadi lantaran Indonesia memiliki bahasa formal dan informal yang sangat berbeda. <br /> <br />"Ya sulit belajar bahasa Indonesia karena bahasa formal dan informal memiliki perbedaan yang sulit. Grammarnya sangat sulit untuk dipelajari, tetapi saya suka belajar bahasa Indonesia. Itu adalah pengalaman yang menyenangkan", tuturnya. <br /> <br />Meski demikian, menurut Samuel, mempelajari Bahasa Indonesia tidaklah sesulit bahasa Spanyol. <br /> <br />"Belajar Bahasa Indonesia sedikit sulit, karena anda harus tahu betul prefix dan suffix. Prefix dan suffix sedikit sulit untuk dipakai", ungkapnya. <br /> <br />Program NSLI-Y seharusnya mendatangkan para siswa Amerika ke Indonesia sehingga mereka dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia. <br /> <br />Agar bisa mengenal budaya Indonesia lebih dalam, mereka juga seharusnya tinggal bersama orang tua angkat di Indonesia. <br /> <br />Meski demikian, karena pandemi Covid-19, proses pembelajaran Bahasa dan Kebudayaan Indonesia dilakukan secara online dari kediaman mereka masing-masing di Amerika Serikat. <br /> <br />Keduanya berharap dapat mengunjungi Indonesia setelah pandemi berakhir. <br /> <br />Sam dan Sandhya mengaku tak sabar untuk bisa melihat dan merasakan secara langsung indahnya kebudayaan Indonesia. <br /> <br />