KOMPAS.TV - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dari Dinas Sosial Luwu Timur memeriksa ketiga korban. <br /> <br />Dalam pendampingan yang dilakukan sejak adanya laporan, pihak P2TP2A tidak menemukan tanda-tanda trauma yang dialami oleh 3 orang anak pelapor. <br /> <br />Selain itu dalam laporan awal, tidak ada bukti yang diberikan melainkan hanya laporan bahwa anaknya diganggu oleh ayah kandungnya. <br /> <br />Dinas Sosial tetap siap mendampingi korban jika ada bukti baru yang akan dilaporkan di Polres Luwu Timur pekan depan. <br /> <br />Pelapor yang juga ibu 3 anak korban pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan akan menyerahkan bukti baru ke kepolisian pada Selasa pekan depan. <br /> <br />Baca Juga Ini Penjelasan Kabareskrim soal Penghentian Penyelidikan Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur di https://www.kompas.tv/article/220059/ini-penjelasan-kabareskrim-soal-penghentian-penyelidikan-dugaan-pemerkosaan-anak-di-luwu-timur <br /> <br />Keterangan ini disampaikan Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester Simamora saat mengunjungi rumah pelapor pada Jumat (08/10) sore. <br /> <br />Kapolres juga menyampaikan jika kasus ini ditangani secara serius dan professional. Kapolres menantikan bukti baru yang akan disampaikan pelapor agar kasus ini bisa kembali dibuka. <br /> <br />Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menurunkan tim pencari fakta untuk mendalami kasus dugaan pemerkosaan 3 anak yang diduga dilakukan ayah kandungnya di Luwu Timur. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/220108/p2tp2a-dinsos-luwu-periksa-3-korban-dugaan-pemerkosaan-oleh-ayah-kandung