JAKARTA, KOMPAS.TV - Belakangan ini maskapai pelat merah ternama di tanah air menjadi sorotan. <br /> <br />Garuda Indonesia disebut terancam pailit karena utang yang terus menumpuk. <br /> <br />Akibatnya Kementerian BUMN membuka opsi PT Garuda Indonesia diganti ke PT Pelita Air Service yakni nama maskapai milik Pertamina. <br /> <br />Namun, Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyebut prioritas utama saat ini untuk menyelamatkan Garuda Indonesia melalui negosiasi dengan perusahaan penyewa pesawat. <br /> <br />Arya tidak menampik adanya kebobrokan di tubuh Garuda Indonesia hingga membuat maskapai pelat merah terpuruk. Seperti korupsi dan mahalnya penyewaan pesawat. <br /> <br />"Kondisi Garuda ini pertama itu memang korupsinya besar banget <br />kedua memang bisa dikatakan perusahaan tidak bersih manajemennya <br />ketiga penyewaan pesawat ugal-ugalan, Garuda sewa pesawat mahal, Garuda merugikan kami sedang bernegosiasi dengan semua lasser dan para pemilik piutang, kami berharap menemukan titik terang," ujar Arya kepada KompasTV. <br /> <br />Sementara Asosiasi Pilot Garuda masih optimistis dengan Garuda Indonesia karena sebelumnya Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut pemerintah masih mempertahankan Garuda. <br /> <br />Seperti diketahui pada Juni 2021 lalu, Garuda Indonesia tercatat memiliki utang hingga sebesar Rp 70 triliun dan kini upaya pembenahan di Garuda Indonesia tampak terus dilakukan. <br /> <br />Bahkan dikutip dari Kompas.com tercatat 1.600 lebih karyawan melakukan pensiun dini. Semoga ada win win solution bagi masa depan maskapai yang berusia 72 tahun ini. <br /> <br />Garuda Indonesia terlilit utang capai Rp 70 triliun dan terancam pailit. Ada pula disebut opsi penggantian Garuda Indonesia menjadi Pelita Air. <br /> <br />Bagaimana kemudian nasib sang maskapai pelat merah bersama sekitar 20.000 karyawan ke depannya? <br /> <br />Simak dialog lengkapnya bersama Pengamat BUMN, Toto Pranoto, dan Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Tomy Tampatty, dan anggota Komisi VI DPR RI, Supratman Andi Agtas. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/225856/ancaman-pailit-bagaimana-nasib-garuda-indonesia
