KOMPAS.TV - Banjir akibat luapan kali Cileungsi-Cikeas hingga membuat debit air di kali Bekasi naik dan merendam permukiman warga di Kampung Lebak, Teluk Pucung, Kota Bekasi, Jawa Barat ketinggian air banjir mencapai 80 sentimeter. <br /> <br />Banjir mulai naik sejak Minggu (31/10) dini hari hingga mencapai satu meter, warga pun sudah mendapatkan peringatan akan datangnya banjir kiriman dari petugas pada minggu dinihari tadi. <br /> <br />Meski terendam banjir, warga pun memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. <br /> <br />Sementara itu, petugas BPBD Kota Bekasi menjelaskan, banjir di Kampung Lebak, Teluk Pucung sudah menjadi langganan ditambah dengan kontur pemukiman warga yang rendah. <br /> <br />Baca Juga BMKG: Banjir di Indonesia karena Ketidakmampuan Daya Dukung Lingkungan di https://www.kompas.tv/article/227004/bmkg-banjir-di-indonesia-karena-ketidakmampuan-daya-dukung-lingkungan <br /> <br />Sebelumnya, BMKG memperingatkan akan terjadinya peningkatan curah hujan pada November, hal ini diakibatkan fenomena la nina yang menyebabkan suhu muka laut di samudera pasifik semakin dingin. <br /> <br />Diperkirakan puncak la nina akan terjadi pada Januari hingga Februari 2022. <br /> <br />Tak hanya di Bekasi, pada Minggu pagi (31/10) banjir kembali merendam permukiman di kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, banjir setinggi 125 sentimeter ini terjadi akibat luapan Kali Ciliwung. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/227171/kali-cileungsi-cikeas-meluap-warga-di-kampung-lebak-kebanjiran
