KOMPAS.TV - Peretasan terhadap jaringan internal lembaga negara kembali terjadi. Kali ini, peretas diduga menyerang jaringan polri. <br /> <br />Akun twitter @son1x 666 membagikan 2 tautan untuk mengunduh file data, masing-masing berukuran 10,27 MB dan mengklaim memiliki 28.000 personel polisi. <br /> <br />Saat ini akun twitter tersebut telah ditangguhkan. <br /> <br />Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menyatakan polisi tengah mengusut dugaan peretasan data polri. <br /> <br />Kepada kompas.com, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan sedang ditangani oleh Ditipit Siber Bareskrim, nanti kalau sudah ada update-nya diinfokan. <br /> <br />Pengamat keamanan siber, Pratama Persadha menyebut peretasan terhadap website polri sudah berulang kali terjadi. <br /> <br />Untuk itu, polri harus mulai memikirkan keamanan sibernya mulai dari teknologi, sumber daya manusia, hingga tata kelola. <br /> <br />Sebelumnya, sejumlah laman lembaga negara diduga diretas. <br /> <br />Diantaranya laman info Pemilu KPU pada 29 Juni 2018, Laman Kemendagri pada 22 September 2019, Laman DPR pada 5 Oktober 2020, <br /> <br />Laman Sekretariat Kabinet pada 31 Juli 2021, serta laman Pusmanas BSSN pada 25 Oktober 2021. <br /> <br />Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan sistem keamanan digital Indonesia masih sangat lemah hingga mudah diretas. <br /> <br />Ditambah lagi, belum adanya payung hokum terkait perlindungan data pribadi. <br /> <br />Dugaan peretas yang menyerang institusi polri menjadi alarm bagi lembaga-lembaga negara untuk meningkatkan sistem keamanan digitalnya agar tak mudah dibobol. <br /> <br />Baca Juga Tak Sengaja Sebarkan Data Penguasa Arab, Kelompok Hacker Ini Minta Maaf di https://www.kompas.tv/article/230421/tak-sengaja-sebarkan-data-penguasa-arab-kelompok-hacker-ini-minta-maaf <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/233799/pengamat-keamanan-siber-harus-menjadi-prioritas-polri