LAMPUNG, KOMPAS.TV Unjuk rasa kenaikan harga daging ayam oleh Broker Lampung Community digelar pada Jumat (14/1/2022) lalu di kawasan PKOR, Way Halim, Bandar Lampung. <br /> <br />Broker Lampung Community yang merupakan perantara antarperusahaan ternak dan pedagang ayam di pasaran ini menyampaikan keluhannya atas tingginya harga daging ayam yang dinilai sangat merugikan bagi para broker ayam. <br /> <br />Baca Juga Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Diserbu Warga di https://www.kompas.tv/article/252219/operasi-pasar-minyak-goreng-murah-diserbu-warga <br /> <br />Hal ini lantaran, mereka tidak dapat menutupi biaya operasional dan setoran kepada perusahaan ternak. <br /> <br />"Kalau harga ayam tidak secepatnya turun, maka mungkin kita tidak bisa jualan. Karena jualan juga percuma, malah menambah utang," kata Nanot Penasihat Broker Lampung Community. <br /> <br />Untuk diketahui, saat ini harga daging ayam per kilogramnya berada di angka 31 ribu rupiah di pasaran dan berdampak pada jumlah konsumen yang terus berkurang. <br /> <br />Baca Juga Warga Berburu Ikan Jelang Malam Pergantian Tahun di https://www.kompas.tv/article/247162/warga-berburu-ikan-jelang-malam-pergantian-tahun <br /> <br />Oleh karena itu, massa unjuk rasa meminta Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat menstabilkan harga ayam potong di pasaran, seperti sebelumnya berada di harga 26 ribu rupiah per kilogram. <br /> <br />#hargaayam #kenaikanharga #unjukrasa <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/252264/harga-ayam-tinggi-broker-lampung-gelar-unjuk-rasa