BELU, KOMPAS.TV - Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, meminta kawasan Indonesia dengan Timor Leste diperketat. <br /> <br />Baca Juga Diiming-imingi jadi Veteran, Puluhan Warga di Perbatasan Ditipu Puluhan Juta Rupiah! di https://www.kompas.tv/article/251204/diiming-imingi-jadi-veteran-puluhan-warga-di-perbatasan-ditipu-puluhan-juta-rupiah <br /> <br />Deputi II Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Komjen Paulus Waterpauw, mengunjungi pos lintas batas negara, PLBN Mota'ain, di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (18/01) kemarin. <br /> <br />Dalam kunjungan ini, pemerintah pusat menggelar tatap muka, dengan Pemerintah Kabupaten Belu, dan Pimpinan PLBN Motaain. <br /> <br />Baca Juga Intip Cara KBRI Dili Bina Persaudaraan Antarpemuda di Perbatasan Indonesia dan Timor-Leste di https://www.kompas.tv/article/236534/intip-cara-kbri-dili-bina-persaudaraan-antarpemuda-di-perbatasan-indonesia-dan-timor-leste <br /> <br />Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens, menyampaikan sejumlah masalah, yang dihadapi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, di antaranya masih banyak jalan tradisional di wilayah perbatasan yang digunakan masyarakat untuk melintas. <br /> <br />Selain itu, masyarakat di kawasan perbatasan masih hidup di bawah garis kemiskinan. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/252925/deputi-ii-bnpp-kunjungi-5-pos-lintas-batas-negara-pantau-perbatasan-indonesia-dan-timor-leste