PONTIANAK, KOMPAS.TV - Protes keras dilayangkan oleh sejumlah ormas dan OKP Dayak di Kalimantan Barat, terkait pernyataan Edy Mulyadi mengenai ibu kota negara di Kalimantan, serta menyebut Kalimantan sebagai tempat "jin buang anak". <br /> <br />Baca Juga Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi, Gubernur Kalbar: Seperti Katak Dalam Tempurung di https://www.kompas.tv/article/254991/tanggapi-pernyataan-edy-mulyadi-gubernur-kalbar-seperti-katak-dalam-tempurung <br /> <br />Dewan Adat Dayak DAD Kalimantan Barat, bersama organisasi kepemudaan, dan Sekber Kesda Kalbar, mengeluarkan pernyataan sikap, yang dilaksanakan di Rumah Betang Pontianak. <br /> <br />Mereka mengecam keras pernyataan Edy Mulyadi, sebab dinilai provokatif, dan menghina masyarakat Kalimantan. Edy juga dianggap telah mengucilkan Pulau Kalimantan, sebagai bagian dari NKRI. <br /> <br />Untuk itu, DAD Kalbar meminta Majelis Adat Dayak Nasional, menjatuhkan hukum adat terhadap Edy Mulyadi, dan rekan-rekannya. <br /> <br />Setelah menyampaikan pernyataan sikap, perwakilan berbagai organisasi dayak ini langsung mendatangi Polda Kalbar, untuk menyampaikan laporan. <br /> <br />Selain ormas dayak, barisan Pemuda Melayu Kalbar, juga menyampaikan laporan ke Polda. Mereka membawa barang bukti, berupa tangkapan layar unggahan video di media sosial. <br /> <br />BPM Kalbar meminta kepolisian melakukan tindakan tegas, terhadap Edy Mulyadi. <br /> <br />Kabid humas Polda Kalbar menyampaikan, sejauh ini telah ada dua laporan masuk ke Polda Kalbar. Laporan tersebut, selanjutnya akan diteruskan ke Mabes Polri, untuk diproses lebih lanjut. <br /> <br />Kisruh terkait pernyataan tersebut, diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar lebih cermat menyampaikan pendapat, yang berpotensi menyinggung kalangan masyarakat tertentu, dan menimbulkan kegaduhan. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/255401/kecam-edy-mulyadi-ormas-kalbar-ramai-ramai-lapor-polisi
