PURWOREJO, KOMPAS.TV - Enam puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, akhirnya dibebaskan polisi. <br /> <br />Setelah sempat ditahan, terkait kericuhan saat pengukuran lahan tambang. <br /> <br />Meski demikian, ada tiga warga yang masih ditahan untuk penyidikan, karena dianggap sebagai provokator. <br /> <br />Pembebasan ini diakui Menko Polhukam, Mahfud MD yang juga menyebut situasi desa Wadas sudah kembali tenang dan damai. <br /> <br />Mahfud juga menegaskan, kegiatan pengukuran lahan di Desa Wadas akan terus dilakukan dengan tidak mengabaikan hak asasi manusia. <br /> <br />Warga Desa Wadas, menolak pembukaan lahan tambang andesit di desanya, sejak 2017. <br /> <br />Pasalnya lahan di wilayah mereka telah menghidupi warga yang mayoritas sebagai petani. <br /> <br />Baca Juga Mahfud MD Sebut Situasi di Desa Wadas Kembali Tenang, Pengukuran Lahan Akan Tetap Dilakukan di https://www.kompas.tv/article/260107/mahfud-md-sebut-situasi-di-desa-wadas-kembali-tenang-pengukuran-lahan-akan-tetap-dilakukan <br /> <br />Namun sebagian warga setuju untuk menjual lahan, selama mendapat kompensasi dan relokasi yang sesuai. <br /> <br />Sebelumnya, beredar video sejumlah warga dibawa polisi, 8 Februari lalu. <br /> <br />Dan disebut-sebut terjadi pengepungan polisi di area pengukuran lahan tambang di Desa Wadas, Purworejo. <br /> <br />Namun Kapolda Jawa Tengah, mengonfirmasi bahwa banyaknya aparat kepolisian dikerahkan untuk pengamanan, bukan penangkapan. <br /> <br />Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta maaf atas kericuhan yang terjadi. <br /> <br />Ganjar Pranowo menegaskan, pengukuran lahan di Desa Wadas Purworejo masih akan berlangsung, untuk bidang tanah warga yang sudah setuju. <br /> <br />Nantinya Desa Wadas, akan menjadi lokasi penambangan batu andesit atau kuari, untuk material pembangunan Bendungan Bener, yang merupakan salah satu proyek strategis nasional, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/260169/soal-desa-wadas-ganjar-pranowo-tidak-ada-langkah-mundur-semuanya-langkah-maju
