SURABAYA, KOMPAS.TV - Tak hanya untuk dalam negeri, pemerintah berencana mendonasikan Vaksin Merah Putih untuk negara-negara di kawasan Afrika. <br /> <br />Vaksin Merah Putih merupakan hasil pengembangan para peneliti di Unair dan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. <br /> <br />Platform vaksin ini adalah "inactivated virus" yang dikembangkan menggunakan virus Sars-Cov2 yang berasal dari pasien Covid-19 di Surabaya. <br /> <br />Sementara itu, di sisi lain, pemerintah telah memperhitungkan kemungkinan Vaksin Merah Putih untuk disiapkan menjadi vaksin dosis ketiga dan vaksinasi anak. <br /> <br />Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memaparkan, Vaksin Merah Putih memiliki potensi diberikan pada anak usia di atas tiga tahun. <br /> <br />Sehingga, Vaksin Merah Putih memiliki kesempatan untuk digunakan sebagai vaksin primer anak usia di atas 3 tahun. <br /> <br />Vaksin Merah Putih inisiasi Universitas Airlangga (Unair) resmi memasuki uji klinis tahap pertama, Rabu (9/2) kemarin. <br /> <br />Uji klinis dilakukan di Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, Jawa Timur, dan akan berlangsung selama empat hari ke depan. <br /> <br />Proses akhirnya bisa berlanjut setelah keluarnya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 7 Februari 2022 lalu. <br /> <br />Nantinya, Vaksin Merah Putih akan melalui tiga tahapan uji klinis. <br /> <br />Pada tahap pertama, ada 90 sukarelawan yang diikutsertakan; sementara pada tahap kedua, total ada 405 sukarelawan. <br /> <br />Setelah menjalani uji klinis tahap pertama dan kedua, pada Februari ini, uji klinis ketiga akan dilanjutkan pada April mendatang. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/260183/tak-hanya-dalam-negeri-pemerintah-berencana-donasikan-vaksin-merah-putih-untuk-negara-di-afrika