KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel mengatakan, kelangkaan minyak goreng di pasaran dapat berpotensi meningkatkan harga komoditas lainnya. <br /> <br />Oleh karena itu, Rahmat mengaku pentingnya digelar rapat gabungan DPR dan pemerintah guna membahas hal tersebut. <br /> <br />Namun, Rahmat mengaku kecewa jika menteri terkait tak memahami maksud dan tujuan undangan DPR untuk menghadiri rapat tersebut. <br /> <br />Baca Juga Korbannya Sudah Puluhan, DPR Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penipuan Minyak Goreng Palsu di https://www.kompas.tv/article/262899/korbannya-sudah-puluhan-dpr-minta-kepolisian-usut-tuntas-kasus-penipuan-minyak-goreng-palsu <br /> <br />Seperti diketahui DPR RI, pada Kamis (17/02) menggelar rapat gabungan Komisi IV, Komisi VI dan Komisi VII untuk membahas berbagai masalah, salah satunya soal minyak goreng. <br /> <br />Sementara itu Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan, pasokan minyak goreng khususnya di Indonesia bagian timur akan kembali lancar. <br /> <br />Hal ini diungkapkannya saat melakukan sidak ke perusahaan pengolah minyak goreng, yang berada di kawasan Industri Karangbong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. <br /> <br />Menurut Mendag, selain harga bahan baku yang tinggi, kenaikan minyak goreng di pasaran khususnya di Indonesia bagian timur disebabkan oleh tingginya biaya pengiriman. <br /> <br />Selain itu, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memastikan minyak goreng palsu tidak beredar di pasar. <br /> <br />Sejauh ini Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus telah mengecek semua distributor resmi yang terdaftar di pasaran, dan memastikan tidak ada minyak goreng palsu yang dijual bebas ke konsumen. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/262978/dpr-kecewa-mendag-tak-hadiri-rapat-bahas-masalah-kelangkaan-minyak-goreng