RUSIA, KOMPAS.TV - Langkah Rusia mengirim pasukannya ke Donetsk dan Luhanks dilakukan, setelah Moskwa mengakui langkah kedua wilayah tersebut memproklamirkan kemerdekaan mereka dari Ukraina. <br /> <br />Donetsk dan Luhank merupakan wilayah di timur Ukraina yang selama ini dikendalikan kelompok pemberontak pro-Rusia. <br /> <br />Sekjen PBB Antonio Guterres angkat bicara atas insiden ini. <br /> <br />Guterres mengaku sampai harus mempersingkat kunjungannya di Afrika. <br /> <br />Oleh sejumlah negara, pengiriman pasukan rusia ke Donetsk dan Luhanks diartikan sebagai invasi Moskwa terhadap Ukraina. <br /> <br />Baca Juga Rusia Serang Ukraina Bursa Saham Dunia Anjlok, Minyak Tembus hingga 100 Dollar AS Per Barrel di https://www.kompas.tv/article/264732/rusia-serang-ukraina-bursa-saham-dunia-anjlok-minyak-tembus-hingga-100-dollar-as-per-barrel <br /> <br />Sanksi pun diberlakukan sejumlah negara, mulai dari Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga Jepang dan Australia. <br /> <br />Meski negara-negara barat menjatuhkan sanksi ekonomi, namun Presiden Vladimir Putin tak bergeming. <br /> <br />Baginya kepentingan dan keamanan Rusia tak bisa dicampuri negara manapun. <br /> <br />Ancaman perang lagi-lagi menjadikan warga sipil menjadi korban. <br /> <br />Selain rumah-rumah yang hancur, warga kini harus mengungsi ke tempat pengungsian yang dianggap aman. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/264756/rusia-dibombardir-sanksi-ekonomi-pasca-operasi-militer-ke-ukraina-putin-tak-bergeming