KOMPAS.TV - Sejarah pers di Indonesia diawali dari berbagai media pers yang berasal dari media Belanda, media didirikan untuk kepentingan pemerintah kolonial. <br /> <br />Mengutip buku A Short History of Journalism In The Dutch East Indies, Jan Erdman Jordens menerbitkan surat kabar Bataviasche Nouvelles pada 7 Agustus 1744. <br /> <br />Surat kabar ini sangat berarti bagi perkembangan media pers di bumiputera, dari sinilah awal munculnya media pers di Indonesia. <br /> <br />Hawa segar mulai menyelimuti dunia pers tanah air setelah dihembuskan melalui politik etis atau dikenal dengan politik balas budi Belanda oleh Van Deventer. <br /> <br />Yakni yang terangkum dalam trias Van Deventer yang terdiri dari irigasi, emigrasi dan edukasi. <br /> <br />Program Trias Van Deventer salah satunya edukasi merupakan peningkatan mutu sumber daya manusia yakni mengentaskan buta huruf. <br /> <br />Program ini merupakan cikal bakal lahirnya didirikan sekolah hosvia atau sekolah calon pegawai dan sekolah stovia. Stovia menghasilkan banyak jurnalis salah satunya Tirto Adhisoerjo. <br /> <br />Sementara itu , pengusaha penerbitan pers menerbitkan surat kabar bahasa melayu untuk menarik pelanggan dari kalangan penduduk bumiputera dan Tionghoa. <br /> <br />Pers sebagai sarana untuk mempromosikan pergadagangan antara Eropa dan Hindia Belanda. <br /> <br />Hampir 2 abad, akhirnya kantor berita antara menjadi tonggak berdirinya pers di Indonesia pada 13 Desember 1937 silam. <br /> <br />Lembaga pemberitaan ini didirikan sebagai perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia yang mencapai puncaknya dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. <br /> <br />Pergerakan perjuangan pers di Indonesia menghasilkan tokoh tokoh pers berpengaruh yang namanya terus disebut hingga kini. <br /> <br />Salah satunya adalah Jamaludin Adinegoro yang memulai karir wartwannya di majalah Cahaya Hindia pada masa pers kolonial, selain itu ada Adam Malik, serta Roehana Koeddoes. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/265461/kilas-balik-pers-indonesia-di-masa-pemerintahan-kolonial-belanda
