KOMPAS.TV - Jadi Presidensi G20, Indonesia ikut terimpit konflik Ukraina dan Rusia. Hal ini karena rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia mengundang penolakan dari Amerika Serikat dan negara sekutu. <br /> <br />Rencana Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali menuai kontoversi. <br /> <br />Amerika Serikat bahkan berpendapat, Rusia harus dikeluarkan dari ekonomi utama Kelompok 20 atau G20. <br /> <br />Namun, permintaan ini mendapat berbagai reaksi. Diketahui sejumlah negara juga tidak setuju jika Rusia dikeluarkan dari keanggotaan, termasuk Tiongkok. <br /> <br />Mengeluarkan Rusia dari keanggotan tidak mudah, maka Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan syarat bahwa Ukraina yang bukan anggota G20 juga harus diizinkan mengahadiri KTT G20 di Bali. <br /> <br />Sementara, Indonesia yang saat ini menjadi sorotan dunia mengatakan, sebagai ketua presidensi tahun ini mengundang semua negara anggota tanpa terkecuali, mengikuti prinsip-prinsip presidensi yang berlaku. <br /> <br />Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin berencana hadir dalam KTT G20 yang akan berlangsung di Bali akhir 2022 mendatang. <br /> <br />Seperti diketahui, hubungan Rusia dan Ukraina masih panas sampai saat ini. <br /> <br />Amerika Serikat dan sekutu telah memberikan dukungan kepada Ukraina dengan menekan Rusia melalui sejumlah sanksi ekonomi. <br /> <br />Rusia tidak tinggal diam, aksi saling balas sanksi masih berlangsung sampai saat ini. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/273980/indonesia-terimpit-konflik-ukraina-rusia-joe-biden-minta-ukraina-diundang-ke-g20-jika-putin-datang
