JAKARTA, KOMPAS TV Sebagian masyarakat Indonesia mengaku rasakan cuaca panas ekstem beberapa waktu ke belakang. <br /> <br />Bahkan beberapa menyebut cuaca panas tarasa hingga malam hari. Hal tersebut ditangkap oleh BMKG sebagai cuaca panas pada umumnya. <br /> <br />BMKG menyebut penyebab cuaca panas bukanlah gelombang panas atau heat wave seperti informasi yang sempat beredar. <br /> <br />Baca Juga Kerap Ditanyakan, BMKG Ungkap 2 Faktor Penyebab Cuaca Panas Belakangan Ini di https://www.kompas.tv/article/288129/kerap-ditanyakan-bmkg-ungkap-2-faktor-penyebab-cuaca-panas-belakangan-ini <br /> <br />Prakirawan Cuaca Subkordinator Prediksi Cuaca BMKG Maria Klaudiana menyebut bahwa yang terjadi adalah cuaca panas memasuki musim kemarau. <br /> <br />"Jadi sesungguhnya ini fenomena cuaca terik panas saja. Tidak seperti info yg beredar ini adalah heat wave," ujar Maria, Kamis (12/5). <br /> <br />Cuaca panas disebabkan posisi semu matahari berada di belahan bumi utara. Hal tersebut merupakan indikasi sebagian wilayah Indonesia memasuki musim kemarau. <br /> <br />"Sehingga kondisi cuaca cerah pagi dan siang hari mengoptimalkan sinar matahari masuk ke bumi, dan jadi panas terik," tutur Maria. <br /> <br />Ia juga menyebut bahwa peningkatan suhu yang terjadi tidak mencirikan adanya gelombang panas atau heat wave. <br /> <br />Sementara itu, penyebab cuaca panas di malam hari adalah udara jenuh dengan uap air, sehingga tubuh sulit mengeluarkan uap air dari dalam. <br /> <br />Video Editor: Muhkamad Rengga <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/288270/penjelasan-lengkap-bmkg-cuaca-panas-siang-dan-malam-di-beberapa-wilayah-indonesia
