MOJOKERTO, KOMPAS.TV - Dari hasil pemeriksaan terhadap sopir pengganti, polisi menemukan indikasi sopir menggunakan narkoba jenis sabu, saat mengantarkan penumpang berwisata ke Dieng, Wonosobo. <br /> <br />Dugaan penggunaan sabu ini muncul setelah polisi dari Resnarkoba Polres Kota Mojokerto melakukan tes urine. <br /> <br />Guna pemeriksaan menyeluruh, polisi juga akan mengambil sampel darah pengemudi untuk diuji laboratorium, dan hasilnya baru akan diketahui 2 hingga 3 hari mendatang. <br /> <br />Selain dugaan menggunakan narkoba, polisi juga mendapati pengemudi bus tidak memiliki surat izin mengemudi. <br /> <br />Akibat kecelakaan yang terjadi Senin (16/05) pagi kemarin, bus mengalami kerusakan hingga 80 persen. <br /> <br />Badan bus sebelah kiri mengalami kerusakan terparah karena menghantam tiang reklame dengan kecepatan tinggi. <br /> <br />Baca Juga Kengerian Kecelakaan Maut 2 Truk Trailer Adu Banteng, Saksi Mata: Suara Tabrakan Seperti Bom Meledak di https://www.kompas.tv/article/289750/kengerian-kecelakaan-maut-2-truk-trailer-adu-banteng-saksi-mata-suara-tabrakan-seperti-bom-meledak <br /> <br />Hal ini diketahui dari jarum penunjuk kecepatan yang menunjukkan kendaraan dipacu dengan kecepatan 130 kilometer per jam. <br /> <br />Sementara itu, keluarga korban mendapatkan santunan dari pihak Jasa Marga dan Pemerintah Kota Surabaya. <br /> <br />Setiap ahli waris dari korban meninggal mendapatkan santunan kematian sebesar Rp50 juta. <br /> <br />Sementara untuk pendidikan anak-anak korban akan ditanggung Pemkot Surabaya, hingga ke jenjang perguruan tinggi. <br /> <br />Sedangkan biaya perawatan korban luka sepenuhnya akan ditanggung pemerintah Kota Surabaya. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/289968/hasil-tes-urine-sopir-bus-yang-kecelakaan-di-mojokerto-ada-indikasi-penggunaan-sabu