JAKARTA, KOMPAS.TV - Seruan kata "Lanjutkan" yang dilontarkan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia itu dalam acara perayaan 50 tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Jumat (10/06) lalu, memantik tafsir politik yang liar mengingat tahun ini merupakan tahun politik. <br /> <br />Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai teriakan lanjutkan yang dilontarkan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia tidak pantas dan seharusnya tidak diucapkan, karena dapat menggiring opini Jokowi 3 periode. <br /> <br />Baca Juga Reaksi Jokowi usai Diteriaki 'Lanjutkan' oleh Pengusaha: Yang Ngomong Bukan Saya, Demo Pak Bahlil di https://www.kompas.tv/article/297838/reaksi-jokowi-usai-diteriaki-lanjutkan-oleh-pengusaha-yang-ngomong-bukan-saya-demo-pak-bahlil <br /> <br />Menurut Adi, Bahlil sebagai pejabat publik harus mempunyai sensitifitas politik, terutama dalam berkomentar di publik. <br /> <br />Menurutnya, pernyataan seperti itu dapat kembali memicu kegaduhan, terutama dalam situasi politik saat ini. <br /> <br />Sebelumnya, Menteri Investasi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia di depan peserta acara HUT ke-50 HIPMI dan Presiden Jokowi, meneriakkan kata lanjutkan demi bangsa dan negara. <br /> <br />Bahlil menjelaskan yang dimaksud adalah melanjutkan program pembangunan. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/298176/polemik-seruan-lanjutkan-oleh-menteri-bahlil-di-depan-jokowi-dinilai-giring-opini-3-periode