SAMARINDA, KOMPAS.TV - Menggunakan kostum adat Kerajaan Kutai, para aktor diatas panggung ini semangat menghibur para penggemarnya. <br /> <br />Meski para pemerannya tak lagi berusia muda. <br /> <br />Dalam pertunjukan kali ini, para aktor menceritakan kisah metafora sebuah kerajaan, yang khawatir dengan kondisi rakyatnya karena kesulitan mencari minyak goreng yang mulai langka. <br /> <br />Pertunjukan seni teater dan musik dibungkus dalam konsep komedi ini, membuat para penggemar tertawa melihat akting para aktor diatas panggung. <br /> <br />Inilah pertunjukan kesenian tradisional Kota Samarinda, bernama Kesenian Mamanda, yang di mainkan para seniman senior Kalimantan Timur. <br /> <br />Baca Juga Terkendala Sekolah Daring 1 Tahun Karena Tak Punya Ponsel, Pemkot Samarinda Berikan Beasiswa Penuh di https://www.kompas.tv/article/296219/terkendala-sekolah-daring-1-tahun-karena-tak-punya-ponsel-pemkot-samarinda-berikan-beasiswa-penuh <br /> <br />Kesenian tradisional ini, sudah lahir sejak Kerajaan Kutai, dan masih terus dipertahankan agar tak punah tergerus modernisasi. <br /> <br />Namun, semenjak covid-19 meningkat, seni pertunjukan tradisional tak bisa hadir ditengah masyarakat akibat pembatasan atau PPKM dari pemerintah. <br /> <br />Meski usianya tak muda lagi, para seniman ini berharap, generasi muda tidak meninggalkan kebudayaan tradisional yang menjadi ciri khas Kota Samarinda. <br /> <br />Mereka juga berharap, pemerintah aktif dalam memberikan dukungan penuh, baik dari segi kebijakan yang bisa memprioritaskan nasip para seniman dan juga pemeliharaan seni budaya tradisional. <br /> <br />Agar ciri khas budaya tradisional darah terus lestari hingga anak cucu. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/298923/perjuangan-komunitas-seni-tradisional-kesenian-mamanda-bertahan-ditengah-pandemi-covid-19
