SOLO, KOMPAS.TV - Berukuran mungil, memiliki warna keemasan dan serat-serat yang cantik pada kulitnya, inilah Melon Inthanon, jenis melon dari Thailand. <br /> <br />Melon-melon ini ditanam dan siap dipanen, oleh pengasuh serta para santri di Pesantren Tamirul Islam Kota Solo, Jawa Tengah. <br /> <br />Melon ini ditanam secara urban farming, atau pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian, di lahan pesantren yang hanya seluas 500 meter persegi. <br /> <br />Lahan ini diubah menjadi greenhouse atau rumah kaca. <br /> <br />Penanaman dilakukan di dalam kantong khusus, sementara penyiraman menggunakan sistem otomatis. <br /> <br />Awalnya banyak yang meragukan urban farming ini akan menghasilkan melon yang berkualitas. <br /> <br />Baca Juga Menambang Rupiah Dari Budidaya Merpati Hias di https://www.kompas.tv/article/299014/menambang-rupiah-dari-budidaya-merpati-hias <br /> <br />Namun lihat lah, tanaman ini menghasilkan Melon Inthanon berwarna cerah dengan rasa yang manis dan segar. <br /> <br />Urban farming di pesantren ini didukung oleh Bank Indonesia, dalam program Santripreneur, yang membekali santri dengan ilmu kewirausahaan. <br /> <br />Bidang usahanya menyesuaikan, dengan kemampuan serta potensi daerah. <br /> <br />Dengan sistem ini, para santri yang lulus tidak hanya dibekali ilmu agama, tapi juga jiwa wirausaha yang kuat. <br /> <br />Program ini juga mengajarkan urban farming bisa dilakukan oleh warga perkotaan yang hanya memiliki lahan sempit. <br /> <br />Modal yang diperlukan juga diklaim tidak sebesar menanam di lahan konvensional. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/300117/manis-dan-segar-santri-di-kota-solo-berhasil-panen-melon-inthanon-dari-hasil-urban-farming