JAKARTA, KOMPAS.TV - Penggantian nama jalan oleh Pemprov DKI Jakarta mendapat penolakan. <br /> <br />Puluhan warga di Kebon Jeruk, Jakarta Barat menolak karena penggantian nama jalan tanpa sosialisasi. <br /> <br />Baca Juga Momen Anies dan Ketua DPRD Manortor dalam Paripurna HUT DKI Jakarta ke-495 di https://www.kompas.tv/article/301633/momen-anies-dan-ketua-dprd-manortor-dalam-paripurna-hut-dki-jakarta-ke-495 <br /> <br />Spanduk bertuliskan penolakan pergantian nama jalan dibentangkan oleh warga Jalan Madrasah II, Sukabumi Utara, Jakarta Barat. <br /> <br />Warga kecewa, kebijakan dianggap sepihak tanpa melibatkan warga dalam musyawarah. <br /> <br />Warga dari 3 rukun warga menolak pergantian nama jalan. Madrasah II menjadi Syekh Abdul Karim bin Asfan. <br /> <br />Selain tak ada sosialisasi, warga juga kawatir dengan masalah pengurusan administrasi domisili dan surat menyurat. <br /> <br />Bahkan belum diresmikan, plang nama sudah dipasang. <br /> <br />Sebelumnya, dalam menyambut hari ulang tahun DKI Jakarta ke-495, ada sekitar 22 jalan, serta 5 perkampungan yang diganti namanya. <br /> <br />Pemprov DKI menyatakan, penggantian nama jalan dengan nama-nama tokoh Betawi untuk mengenang jasa para pendahulu khususnya masyarakat Betawi. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/301860/penggantian-nama-jalan-oleh-pemprov-dki-ditolak-warga