MINSK, KOMPAS.TV - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada Jumat (1/7) meminta agar negara-negara bekas pecahaan Uni Soviet untuk mempererat hubungan dengan Rusia dan Belarusia. <br /> <br />Menurut Lukashenko ini merupakan upaya untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan. <br /> <br />"Hari ini, negara-negara bekas Uni Soviet harus dengan tulus tertarik pada pemulihan hubungan dengan Negara Persatuan, jika, tentu saja, mereka ingin mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka. " Kata Lukashenko. <br /> <br />Baca Juga Gebrakan Putin, Bakal Satukan Rusia dan Belarusia karena Respons Barat atas Serangan ke Ukraina di https://www.kompas.tv/article/305168/gebrakan-putin-bakal-satukan-rusia-dan-belarusia-karena-respons-barat-atas-serangan-ke-ukraina <br /> <br />Lukashenko meyakini pemulihan hubungan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet akan mampu menghadapi tantangan global. <br /> <br />"Kami yakin bahwa hanya bersama-sama kita dapat menghadapi tantangan global." Ucap Lukashenko. <br /> <br />Sejalan dengan Lukashenko, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat telah mendorong Rusia dan Belarusia "untuk mempercepat proses penyatuan" karena sanksi dan tekanan politik. <br /> <br />"Tekanan politik dan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari barta mendorong kami untuk mempercepat proses penyatuan." Ujar Putin. <br /> <br />Video Editor: Lintang <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/305400/putin-dan-lukashenko-sebut-sanski-barat-percepat-penyatuan-rusia-dan-belarusia
