JAKARTA, KOMPAS.TV - Dampak perang Rusia Ukraina yang berkepanjangan, membawa Indonesia kepada ancaman inflasi. <br /> <br />Pelemahan rupiah, hingga melonjaknya komoditas impor pangan dunia, harus diwaspadai. <br /> <br />Presiden ingatkan krisis pangan sudah terjadi di benerapa negara, presiden minta Pemda dan masyarakat mulai manfaatkan lahan kosong untuk memenuhi kebutuhan sehai-hari. <br /> <br />Presiden Joko Widodo, tantang masyarakat yang ingin harga pangan naik. <br /> <br />Kalimat tersebut muncul kala presiden ingatkan masyarakat potensi kenaikan harga pangan. <br /> <br />Baca Juga Usai Sri Lanka, Kini Laos Minta Minyak Murah ke Rusia setelah Alami Krisis BBM di https://www.kompas.tv/article/306755/usai-sri-lanka-kini-laos-minta-minyak-murah-ke-rusia-setelah-alami-krisis-bbm <br /> <br />Seperti harga roti dan mi karena harga gandum yang merangkak naik akibat konflik Rusia dan Ukraina. <br /> <br />Presiden kemudian minta masyarakat bersyukur harga beras tidak naik, meski Indonesia sudah tidak impor beras selama 3 tahun terakhir. <br /> <br />Pasalnya, harga komoditas pangan di seluruh dunia sedang mengalami kenaikan, bahkan di beberapa negara kenaikan harga pangan telah mencapai 30 sampai 50 persen. <br /> <br />Presiden mengatakan sejumlah negara asia bahkan sudah mulai kekurangan pangan akut. <br /> <br />Untuk menghindari krisis pangan, presiden meminta kepada pemerintah derah dan masyarakat perlunya membangun kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan kosong. <br /> <br />Sebelumnya, pada bulan Juni lalu, Presiden jokowi Pernah menyebutkan, ada 60 negara yang saat ini mengalami tekanan ekonomi akibat krisis pangan dan energi di tingkat global. <br /> <br />Ia kemudian menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai situasi dunia yang tidak dalam kondisi normal serta mengantisipasi krisis pangan dan energi. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/307258/perang-rusia-ukraina-berimbas-ke-pangan-energi-ekonom-pelemahan-rupiah-justru-harus-diwaspadai
