KOMPAS.TV - Dampak perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan membawa Indonesia kepada ancaman inflasi. <br /> <br />Pelemahan rupiah hingga melonjaknya komoditas impor pangan dunia harus diwaspadai. <br /> <br />Pemerintah meminta kemandirian ekonomi daerah bisa jadi solusi ketidakpastian ekonomi global. <br /> <br />Baca Juga Sri Mulyani Ajak Masyarakat Waspadai Gejolak Inflasi Global yang Bisa Persulit Masyarakat Beli Rumah di https://www.kompas.tv/article/306571/sri-mulyani-ajak-masyarakat-waspadai-gejolak-inflasi-global-yang-bisa-persulit-masyarakat-beli-rumah <br /> <br />Presiden ingatkan krisis pangan sudah terjadi di benerapa negara, presiden minta pemda dan masyarakat mulai manfaatkan lahan kosong untuk memenuhi kebutuhan sehai-hari. <br /> <br />Presiden Joko Widodo, tantang masyarakat yang ingin harga pangan naik. <br /> <br />Kalimat tersebut muncul kala presiden ingatkan masyarakat potensi kenaikan harga pangan. <br /> <br />Seperti harga roti dan mi karena harga gandum yang merangkak naik akibat konflik Rusia dan Ukraina. <br /> <br />Presiden kemudian minta masyarakat bersyukur harga beras tidak naik, meski Indonesia sudah tidak impor beras selama 3 tahun terakhir. <br /> <br />Pasalnya, harga komoditas pangan di seluruh dunia sedang mengalami kenaikan, bahkan di beberapa negara kenaikan harga pangan telah mencapai 30 sampai 50 persen. <br /> <br />Presiden mengatakan sejumlah negara asia bahkan sudah mulai kekurangan pangan akut. <br /> <br />Untuk menghindari krisis pangan, presiden meminta kepada pemerintah derah dan masyarakat perlunya membangun kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan kosong. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/307322/dampak-berkepanjangan-perang-rusia-ukraina-indonesia-terancam-inflasi
